Selasa, 05 Agustus 2014


Sudah lama tak mengunjungi blog ini dan mengeluarkan tulisan, bukan karna sibuk atau ada kejadian apa yang menimpa diri, namun memang sedang ingin santai dan diam diri saja. Ada banyak hal sebenarnya yang bisa dijadikan bahan tulisan seperti kemenangan Jerman di Piala Dunia 2014, pemilihan Presiden Republik Indonesia, namun hal-hal tersebut rupanya belum mampu menggelitik saya untuk dituangkan dalam tulisan. Justru yang saya tunggu malah debut Louis Van Gaal sebagai pelatih baru Manchester United.

Sebagai penggemar Manchester United tentu saja hal-hal buruk musim lalu ingin segera di skip saja, bagaimana tidak, dalam debut pertamanya Moyes mampu membawa United bertengger diperingkat 7 (tujuh) yang merupakan aib bagi United, bahkan peringkat 3 (tiga) pun United sudah lama tak merasakannya (karna selalu berada dalam dua besar), berbagai macam rekor-pun ditorehkan Moyes (rekor buruk tentu saja).

Musim lalu (2013/2014) merupakan mimpi buruk, United bahkan tidak lagi ditakuti oleh tim-tim papan tengah dan papan bawah, begitu mudahnya mereka menahan imbang atau mengalahkan United. Para pemain seakan kehilangan arah, mereka tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan, mereka seolah lupa bagaimana cara untuk menang, mencetak gol sampai detik terakhir. Mereka seakan bingung bagaimana harus menjalankan taktik dari sang manajer. Moyes pun sepertinya sudah kehabisan ide-ide cemerlang, dia tidak tahu bagaimana memompa semangat pemain United, dia tidak tahu dimana dan bagaimana posisi pemain yang seharusnya dimainkan. Pada jaman Sir Alex Ferguson para pemain selalu ada motivasi bagaimana cara membalikkan keadaan bila tertinggal, di jaman David Moyes saya hampir tidak pernah melihat keajaiban-keajaiban tersebut. Keajaiban yang selalu terjadi di menit akhir (sering disebut Fergie Time). Memang salah bila Moyes dituntut membawa tim untuk langsung juara, tapi setidaknya tidak berakhir diperingkat ketujuh.

Peringkat ketujuh itu artinya tidak ada Manchester United di Liga Champions Eropa musim depan atau bahkan Liga Europa sekalipun, satu kata "memprihatinkan". Namun setidaknya United mulai menemui titik terang di bawah pelatih baru Van Gaal, dari lima pertandingan ujicoba, semuanya diakhiri dengan kemenangan, belum bisa dijadikan tolak ukur memang, tapi setidaknya hal tersebut dapat mengembalikan kepercayaan diri para pemain, bagaimana tidak, yang dikalahkan United pada ujicoba pramusim adalah klub-klub besar, ASRoma (peringkat 2 Liga Italia), Madrid (peringkat 3 Liga Spanyol) dan tentu saja musuh bebuyutan Liverpool (juara 2 musim lalu). 

Bila ada selentingan "ah cuman pertandingan pramusim ini, pemain yang dipake juga pemain cadangan dan pemain muda". Selentingan tersebut juga dapat saya bantahkan "United juga banyak pake pemain cadangan dan muda kok, pemain tua di United cuma Carrick dan Fletcher". Lepas dari itu semua para pemain kini tampak kompak dan berlomba menunjukkan kemampuan terbaiknya kepada pelatih baru, tentu dengan alasan mereka tidak ingin terdepak dari tim utama, Ashley Young contohnya, musim lalu hanya menjadi pemanas bangku cadangan, namun pada ujicoba pramusim, dia seolah menjadi Ashley Young yang lain, bermain cemerlang, umpan crossing yang mematikan dan tentunya gol-gol yang kembali dia buat. Juan Mata yang sekarang jago bikin gol, Fletcher yang seolah bangkit dari kubur. Selain para pemain yang bangkit dari keterpurukan, tentu saja ada pemain yang tenggelam dan mungkin tidak termasuk dalam rencana line-up pelatih baru, Fellaini, Nani, Wilfried Zaha dan Anderson tampaknya akan terdesak dan disingkirkan.

Selain pemain lama yang muncul dan tenggelam, rasanya kurang lengkap bila tidak menyinggung pemain baru. Pemain yang baru masuk adalah Ander Herrera dan Luke Shaw, mereka pemain muda yang ditebus dengan harga yang tidak murah. Ander Herrera diyakini akan langsung mendapatkan tempat utama, ini dapat dilihat dia langsung nyetel dengan tim dan selalu menjadi pilihan utama Van Gaal dalam pertandingan pramusim. Lain halnya dengan Luke Shaw, sepertinya ia harus bermain lebih bagus lagi untuk dapat menarik perhatian Van Gaal, mungkin dia terbebani dengan bandrol harganya yang "cukup" mahal untuk pemain yang masih berusia belasan tahun, belum lagi bila Daley Blind jadi dibeli Van Gaal, masih ada lagi Taylor Blackett pemain binaan dari akademi Manchester United.

Lepas dari itu semua biarkan kami merayakan Trophy yang mungkin bagi sebagian orang "Tidak Berarti". Biarkan Kami Tersenyum Sejenak, tersenyum menikmati kemenangan-kemenangan "yang tak berarti" ini, biarkan kami sejenak melupakan hasil buruk musim lalu. Dan biarkan kami "sedikit" memberi ancaman bagi lawan-lawan di Liga musim depan. Cheers :)

 Suasana stadion sebelum pertandingan

 Louis Van Gaal, Rooney dan Smalling

 Trophy International Champions Cup

 The Spaniard, Ander Herrera, De Gea dan Juan Mata

Javier "Chicarito" Hernandez dan Steven Gerrard


*Semua Gambar diambil dari Twitter Manchester United Indonesia @manutd_id

0 komentar:

Posting Komentar

Akan lebih indah bila kita menggunakan kata-kata yang baik, terimakasih :)