Sabtu, 23 Mei 2015 ketika aku dan Erna memutuskan untuk mengunjungi sebuah kedai kopi bernama "Filosofi Kopi" di sekitaran Blok M, tepatnya Jl. Melawai 6. Sebenarnya kami tidak merencanakan hal ini secara khusus, Erna sehari sebelumnya mengirim message ke aku "bagaimana kalo kita ke Filosofi Kopi, kata temenku kedainya beneran ada lho ga..disekitaran Blok M Square" dan tanpa pikir panjang aku langsung membalasnya "Okey".
Filosofi Kopi ini sebenarnya bukan nama yang yang asing lagi bagi kita berdua, hal ini bermula saat kita berdua menonton film bioskop berjudul "Filosofi Kopi". Film tersebut dibintangi oleh Rio Dewanto sebagai Jodi dan Chico Jericho sebagai Ben.
Film ini menceritakan tentang dua orang sahabat Jodi dan Ben yang membuka sebuah kedai kopi bernama "Filosofi Kopi". Kedai mereka ini sedang dililit hutang yang cukup besar warisan almarhum ayah Jodi, suatu ketika ada seorang pengusaha datang memberikan sebuah tantangan bernilai 1 Milyar hanya untuk membuat sebuah kopi yang benar-benar nikmat agar proyek dia deal dengan klien-nya yang diceritakan seorang penggemar kopi sejati. Dalam perjalanannya, menghadapi tantangan tersebut tidaklah mudah, karena perbedaan prinsip diantara keduanya, seorang Jodi yang memperhitungkan segala sesuatu dengan uang, sementara Ben rela menghambur-hamburkan uang hanya untuk mendapatkan sebuah citarasa kopi yang nikmat dan sempurna, sampai kehadiran El yang diperankan oleh Julie Estelle, mengatakan bahwa masih ada kopi yang lebih baik ketimbang racikan Ben, lalu berhasilkah Ben dan Jodi memenangkan tantangan tersebut? Silahkan saksikan sendiri di bioskop, bila sudah tidak tayang silahkan tunggu DVD-nya keluar, hehehe....
Setelah melihat film tersebut sebenarnya kami berpikir bahwa kedai tersebut hanya fiktif, tapi ternyata kedai Filosofi Kopi benar-benar ada, lokasinya di daerah Blok M Square dan sama persis yang ada di film-nya, baik itu lokasi maupun kedainya, namun ada sedikit perbedaan di menu kopi-nya, di film ada kopi Perfecto buatan Ben, sementara dalam dunia nyata kopi Perfecto ini tidak ada, hanya ada kopi tubruk yang kalau di film-nya dinamakan kopi tubruk Tiwus.
Overall sebenarnya kedai ini bagus, ada live music-nya juga, apalagi ketika kami berkunjung ternyata yang menjadi kasir Rio Dewanto sendiri, persis dalam filmnya, namun alangkah lebih nyaman bila kedai tersebut dapat diperluas, karena pada saat kami datang banyak pengunjung yang tidak kebagian tempat untuk duduk, alhasil beberapa pengunjung menikmati kopi sambil berdiri.
Kalau ada teman-teman yang ingin menikmati kopi dan nostalgia dengan film Filosofi Kopi sambil mendengarkan live music, dapat datang langsung ke kedai Filosofi Kopi di Blok M Square, Jl. Melawai 6, persis disebrang Hotel M.
Berikut penampakan Kedai Filosofi Kopi yang dapat kami abadikan
*This post is dedicated to Erna (@ernawati) and all of those pictures were taken by her, using Galaxy Note 2













0 komentar:
Posting Komentar
Akan lebih indah bila kita menggunakan kata-kata yang baik, terimakasih :)