Rabu, 21 Mei 2014


Tegang dan penasaran itulah yang saya rasakan ketika masuk bioskop untuk menyaksikan Godzilla versi 2014. Kenapa saya sebut versi 2014, karena sebelumnya, Godzilla ini sering dibuat film baik versi Hollywood maupun versi aslinya, Jepang.

Berharap penuh adegan action, pertarungan antara manusia dengan godzilla, diawal film kita justru dibawa pada alur cerita asal muasal bagaimana godzilla ini bisa muncul.
Selain itu di film ini menceritakan seorang Ford Brody yang berselisih paham dengan ayahnya tentang kematian ibunya akibat radiasi nuklir.
Ford Brody berpendapat bahwa kematian ibunya adalah kecelakaan biasa di tempat kerja, namun sang ayah berpendapat bahwa kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa, dan adanya rahasia dari pemerintah.

Dari sisi sinematografi film ini sangat bagus, efek-efek CGI menampilkan seolah-olah godzilla itu nyata dan godzilla pun tidak selalu ditampilkan secara utuh seperti filmnya yang versi Jepang, pertama dimunculkan kakinya saja, kemudian perlahan ekornya, sehingga penonton dibawa masuk untuk merasakan ketegangan.

Seratus menit pertama mungkin akan dirasa sangat membosankan bagi penggemar film action, namun sang sutradara Gareth Edwards ingin mengajak kita untuk menikmati alur cerita secara detil dan bukan hanya seekor monster yang tiba-tiba muncul lalu menghancurkan seluruh kota.
Nah di duapuluh menit akhir baru kita melihat pertarungan Godzilla yang sesungguhnya. Aaapakah (begaya SILET) lawan sebenarnya dari manusia? Silahkan tonton dan nikmati sendiri fimnya, hehehe...

Oiya jangan pejamkan mata anda ketika para tentara terjun dari pesawat (kata orang istilahnya sih Fallen Angel) dengan asap merah, karna itulah scene paling EPIC di film ini (menurut saya).


*All pictures are provided by Google and all of its products, i give 7/10 for this movie

0 komentar:

Posting Komentar

Akan lebih indah bila kita menggunakan kata-kata yang baik, terimakasih :)